KONTEKS ORGANISASI dalam ISO 9001:2015

Persyaratan awal dalam penerapan ISO 9001:2015 adalah melakukan identifikasi konteks organisasi. Ya..ini adalah new requirement dalam ISO 9001:2015.

Lalu apa sebenarnya tujuan utama melakukan identifikasi konteks organisasi..?dan bagaimana hal tersebut dilakukan/di implementasikan..?

sekali lagi (seperti standard ISO ISO sebelumnya), selalu tidak di berikan metode, tools and cara tertentu untuk melakukan. Terserah kita? Bisa di katakan demikian. Namun dalam persyaran 4 (context of the organization – COTO) sudah di berikan rambu rambu apa yang harus di lakukan.

Jika kita pelajari, Tujuan melakukan identifikasi konteks organisasi kurang lebih seperti pada saat kita melakukan analisa SWOT sebuah organisasi. Naah... jika SWOT, kita tentu banyak yang familiar. Beberapa tujuan yang bisa di dapatkan – tidak terbatas hal itu – antara lain:

- Organisasi bisa mengidentifikasi isu internal dan eksternal yang terkait baik isu positif maupun negatif.
- Mampu mengidentifikasi isu ekternal lebih baik termasuk isu teknologi, legal, sosial, kultur bahkan kompetitor.
- Memetakan semua pihak terkait (interested parties) dan persyaratan (ekspektasinya). Termasuk customer, supplier, regulator, asosiasi, stake holder.
- Menetapkan batasan ruang lingkup sistem manajemen yang di terapkan dalam organisasi.
- Auditor sistem manajemen mutu dengan merujuk standar versi 2015 tentu di buat bekerja lebih keras, bagaimana melakukan audit konteks organisasi.

Berikut beberapa jenis dokumen / rekaman bentuk COTO organisasi / perusahaan, beberapa di antaranya :

- Analisis SWOT
- Analisis PESTLE
- Analisis kompetitor
- Rencana bisnis / strategi organisasi (Strategy Plan)
- Laporan konsultan ekternal
- Laporan review ekonomi bisnis.

Selanjutnya adalah, organisasi harus mengidentifikasi “Interested parties” atau semua pihak terkait yang memiliki keterkaitan dengan organisasi dan menetapkan persyaratan mereka. Termasuk di antaranya:

- Pelanggan
- Supplier / external provider
- Stake holder
- Pemerintah / regulator
- Asosiasi profesi
- Asosiasi pekerja
- dsb

Hal penting yang harus kita perhatikan, output dari aktifitas identifikasi konteks organisasi harus jelas dan di gunakan sebagai input dalam menetapkan Resiko dan peluang (risk and opportunities). Maka aktifitas COTO seharusnya dalam bentuk informasi terdokumentasi yang baik (meskipun tidak ada persyaratan untuk ini)
sumber
Lebih baru Lebih lama